Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 23 April 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » Tugas Akhir & Skripsi » Ekonomi Pembangunan
di-posting oleh 200231100259 pada 2026-01-23 08:01:11  •  39 klik

Analisis Sektor Industri Pengolahan Terhadap Perekonomian Provinsi Jawa Timur
Analysis of the Manufacturing Sector on the Economy of East Java Province

disusun oleh MIFTAH DYAH NABILA PUTRI


SubyekAnalisis Input-Output
Industri Pengolahan
Keterkaitan Antar Sektor
Perekonomian Jawa Timur
Sektor Unggulan
Kata KunciAnalisis Input-Output
Industri Pengolahan
Keterkaitan Antar Sektor
Perekonomian Jawa Timur
Sektor Unggulan

[ Anotasi Abstrak ]

Provinsi Jawa Timur memegang peranan vital sebagai penyumbang PDRB terbesar kedua di Indonesia dengan struktur ekonomi yang didominasi oleh sektor industri pengolahan. Namun, tingginya kontribusi output tersebut perlu dianalisis lebih dalam untuk memastikan apakah sektor ini benar-benar memiliki keterkaitan yang kuat dengan sektor domestik lainnya atau hanya tumbuh secara terisolasi (enclave). Ketidakpastian mengenai kualitas pertumbuhan industri dan bagaimana dampaknya terhadap pemerataan kesejahteraan masyarakat menjadi masalah utama yang melatarbelakangi penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran struktur sektor industri pengolahan, khususnya dalam hal keterkaitan antar sektor, daya penyebaran, kepekaan penyebaran, serta efek pengganda terhadap output dan pendapatan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan pendekatan Model Input-Output (I-O). Data yang digunakan adalah data sekunder berupa Tabel Input-Output Provinsi Jawa Timur tahun 2016 Transaksi Domestik Atas Dasar Harga Produsen yang diagregasi menjadi 16 sub-sektor industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur ekonomi Jawa Timur secara fundamental ditopang oleh industri pengolahan. Berdasarkan analisis keterkaitan, sektor yang teridentifikasi sebagai sektor unggulan adalah Industri Makanan dan Minuman (I-13) serta Industri Kimia, Farmasi, dan Obat Tradisional (I-19). Kedua sektor ini memiliki nilai indeks daya penyebaran dan derajat kepekaan di atas ratarata, yang berarti memiliki kemampuan ganda dalam menarik sektor hulu dan mendorong sektor hilir. Secara spesifik, Industri Makanan dan Minuman memiliki angka pengganda pendapatan tertinggi, yang mengindikasikan sektor ini paling efektif dalam menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan rumah tangga.rnIndustri Makanan dan Minuman serta Industri Kimia merupakan lokomotif utama perekonomian Jawa Timur. Pemerintah daerah disarankan untuk memprioritaskan kebijakan hilirisasi dan kemitraan rantai pasok pada kedua sektor tersebut untuk memaksimalkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.


Deskripsi Lain

East Java Province plays a vital role the second-largest contributor to GDP in Indonesia, with an economic structure dominated by the manufacturing industry sector. However, this high output contribution requires deeper analysis to ensure whether this sector genuinely possesses strong linkages with other domestic sectors merely grows in isolation (enclave). Uncertainty regarding the quality of industrial growth and its impact on the distribution of social welfare serves the main problem underlying this research.rnThis study aims to analyze the structural role of the manufacturing industry sector, specifically regarding inter-sectoral linkages, dispersion power, sensitivity of dispersion, and multiplier effects on output and income. The research method employed is quantitative analysis using the Input-Output (I-O) Model approach. The data used is secondary data in the form of the 2016 Input-Output Table of East Java Province, Domestic Transactions at Producer Prices, aggregated into 16 industrial sub-sectors.rnThe results indicate that East Java's economic structure is fundamentally supported by the manufacturing industry. Based on linkage analysis, the sectors identified key sectors are the Food and Beverage Industry (I-13) and the Chemical,rnPharmaceutical, and Traditional Medicine Industry (I-19). Both sectors possess dispersion power and sensitivity indices above the average, meaning they have a dual capability to pull upstream sectors and push downstream sectors. Specifically, the Food and Beverage Industry has the highest income multiplier, indicating that this sector is the most effective in absorbing labor and increasing household income.rnThe Food and Beverage Industry and the Chemical Industry constitute the main locomotives of the East Java economy. The local government is advised to prioritize downstreaming policies and supply chain partnerships in these two sectorsrnto maximize inclusive economic growth.

Kontributor: Dr. Tripitono Adi Prabowo, S.E., M.E.
Tanggal tercipta: 2026-01-12
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): pdf
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38859
No Koleksi: 200231100259


Sumber :
Universitas Trunodjoyo Madura

Ketentuan (Rights) :
2026

 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38859-Abstract.pdf - 93 KB
 File PDF  2. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38859-Cover.pdf - 1381 KB
 File PDF  3. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38859-Chapter1.pdf - 118 KB
 File PDF  4. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38859-Chapter2.pdf - 195 KB
 File PDF  5. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38859-Chapter3.pdf - 172 KB
 File PDF  6. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38859-Chapter4.pdf - 338 KB
 File PDF  7. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38859-Conclusion.pdf - 71 KB
 File PDF  8. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38859-References.pdf - 84 KB
 File PDF  9. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-38859-Appendices.pdf - 2001 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar