Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Rabu , 22 April 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh 240361100004 pada 2026-01-28 06:01:21 • 45 klik
IDENTIFIKASI POLA PRODUKSI DAN KONSUMSI UMBI-UMBIAN DI KECAMATAN WARU KABUPATEN PAMEKASAN
IDENTIFICATION OF TUBER PRODUCTION AND CONSUMPTION PATTERNS IN WARU DISTRICT, PAMEKASAN REGENCY
disusun oleh VONI ULTA ABRIANI
| Subyek: | UMBI-UMBIAN PRODUKSI KONSUMSI |
| Kata Kunci: | UMBI-UMBIAN UNDERUTILIZED CROPS PRODUKSI KONSUMSI PANGAN LOKAL DIVERSIFIKASI PANGAN KETAHANAN PANGAN |
[ Anotasi Abstrak ]
Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan merupakan wilayah yang memiliki potensi lokal umbi-umbian. Namun, hingga saat ini kajian yang secara khusus menggambarkan produksi dan konsumsi umbi-umbian di wilayah Kecamatan Waru masih sangat terbatas. Keterbatasan data dan informasi ini menyebabkan potensi umbi-umbian di Kecamatan Waru belum dapat diketahui secara menyeluruh. Diperlukan identifikasi yang dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai produksi dan konsumsi umbi-umbian di Kecamatan Waru. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola produksi dan konsumsi umbi-umbian di Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan. Aspek produksi yang dikaji meliputi jenis dan sebaran umbi-umbian, jumlah produksi, dan kegiatan budidaya umbi-umbian yang telah dilakukan masyrakat, sedangkan aspek konsumsi meliputi jenis konsumsi, jumlah konsumsi, waktu konsumsi, cita rasa, dan cara pengolahan umbi-umbian. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli hingga September 2025 dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara. Penentuan sampel dilakukan dengan metode snowball sampling untuk aspek produksi dan convenience sampling untuk aspek konsumsi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif disempurnakan dalam tabulasi data, gambar dan peta sebaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua belas jenis umbi-umbian di Kecamatan Waru, dengan delapan jenis umbi yang masih dibudidayakan dan empat jenis umbi tergolong tumbuh liar. Berdasarkan aspek produksi, ubi kayu menjadi komoditas dengan tingkat produksi tertinggi, yaitu sebesar 251 kwintal. Sedangkan dari aspek konsumsi, umbi-umbian masih berperan sebagai konsumsi pangan selingan atau camilan dan tidak menggantikan pangan utama beras. Konsumsi tertinggi secara keseluruhan adalah ubi kayu sebesar 255,5 kg per bulan. Tingkat konsumsi umbi-umbian masih rendah dibawah 10% dibandingkan dengan produksinya sehingga perlu adanya inovasi dan diversifikasi pangan agar keberagaman umbi dapat dimanfaatkan secara optimal.
Deskripsi Lain
Waru District, Pamekasan Regency, is a region with local tuber potential. However, studies specifically describing tuber production and consumption are still minimal, so identification is needed that can provide a clear picture of tuber production and consumption in Waru District. This study aims to identify tuber production and consumption in Waru District. Production aspects studied include the type and distribution of tubers, production volume, and tuber cultivation activities, while consumption aspects include the type, quantity, and time of consumption, taste, and tuber processing methods. The study was conducted from July to September 2025 using primary and secondary data. Primary data were obtained through observation and interviews. Sampling was carried out using the snowball sampling method for the production aspect and convenience sampling for the consumption aspect. Data analysis was conducted using descriptive qualitative methods. The results showed that there are twelve types of tubers, with eight types still cultivated and four types classified growing wild. Based on the production aspect, cassava has the highest production level, namely 251 quintals. Meanwhile, in terms of consumption, tubers still serve a secondary food and do not rice the main staple. Cassava consumption is highest at 255.5 kg per month. Consumption of tubers remains low, below 10% of production, necessitating innovation and food diversification to optimally utilize tuber diversity.
| Kontributor | : DR. TETI SUGIARTI, S.P.,M.SI DR. AGR. EKO SETIAWAN, S.P., M.SI |
| Tanggal tercipta | : 2026-01-12 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bentuk(Format) | |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-Thesis-38982 |
| No Koleksi | : 240361100004 |
Ketentuan (Rights) :
2026
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-Thesis-38982-Abstract.pdf - 184 KB
2. TRUNOJOYO-Thesis-38982-Cover.pdf - 9302 KB
3. TRUNOJOYO-Thesis-38982-Chapter1.pdf - 201 KB
4. TRUNOJOYO-Thesis-38982-Chapter2.pdf - 494 KB
5. TRUNOJOYO-Thesis-38982-Chapter3.pdf - 362 KB
6. TRUNOJOYO-Thesis-38982-Chapter4.pdf - 299 KB
7. TRUNOJOYO-Thesis-38982-Chapter5.pdf - 2009 KB
8. TRUNOJOYO-Thesis-38982-Conclusion.pdf - 187 KB
9. TRUNOJOYO-Thesis-38982-References.pdf - 307 KB
10. TRUNOJOYO-Thesis-38982-Appendices.pdf - 893 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- Pentingnya pengendalian persediaan bahan baku dengan metode EOQ dalam usaha menekan biaya produksi pada PT. Jokotole Bangkalan
- Manajemen operasi internasional
- Analisa pengembangan unit produksi tepung ikan di KUD Mina Tani brondong Lamongan
- Penyeimbang lintasan produksi guna meningkatkan efisiensi lini di CV.karya bakti
- Proses produksi roti di perusahaan roti Karina kecamatan Kamal-Kabupaten Bangkalan
Kembali ke Daftar 